Linda Shierly

An Author

Sabtu Konser Kenangan

gelar memuakkan

Riuh berisik Ramai berbisik Parau suaramu sampai Getir bayangmu membelai Gelar kenangan memuakkan Lembar memori menyesakkan Aku benci hadir di sini sendirian Sabtu membawakan konser kenangan Hela...

Benua

dan udara yang menghilang

Hilang ditelan waktu Tak terarah, aku tanpamu Langkah terseok, ditemani hujan gemericik Kaki terluka, tersayat-sayat duka lara Aku arungi lima benua Menyeberang, Laut-laut biru nan tenang Aku bere...

Lara

kulihat punggungmu menjauh

Tanpa sadar, langkah kaki kita seragam. Kau di depan sana, melangkah tegak dengan kaki-kaki besar mu. Aku terhenyak sepersekian detik, mengingat kaki-kaki itu biasanya berlarian bersamaku. Kemudia...

Tulisan Sang Bagaskara

dan dengar yang merana

Nan sejauh mata memandang, Aku menemukan tatap yang biasa membuatku tenggelam Lebih jauh dari itu, Hati kecil jahat mengendalikanku. Di seberang sana, Mematung, menatap, sorot matanya bersuara Suk...

Tulisan Tanpa Judul

Jujurlah padaku, Tidakkah sedari awal kau sadar akan kenyataannya? Katakanlah dengan lantang, Tidakkah sejak kita saling jatuh cinta, Kau sudah sadar bahwa ini hanya khayalan belaka? Genggaman era...

Bermalam dengan Si Tuan

bukti bahwa cinta itu murahan

Ini cerita tentang Satu malam yang membara Hati yang luas Diisi sentuhan yang memesona Perempuan itu menciptakan dirinya Menjadi sosok impian, seorang Nyonya Nan lelaki itu jujur apa adanya Hidupn...

Bukan Lagi Kau

dan semua yang berbeda

Aku tidak senang melihat luka yang belum tertutup sempurna kembali menganga, kemudian perihnya menyeruak sampai ke relung jiwa. Aku enggan mempersilahkan kau masuk lagi jauh ke dalam, sampai ke amb...

Semula yang Sederhana

dan lara yang tak berkesudahan

Tak ada hujan turun yang mampu melegakan kemarau-ku, Tak ada aliran air gunung dingin yang mampu meredakan dahagaku, Semua yang tampak sederhana, Semula yang semestinya mudah jadi baik saja Nan ak...

Api dan Emas

bergesekan dalam romansa

Bersinar terang menyilaukan Berharga ribuan butir beras mengenyangkan Dengan warna kuning keemasan Di bawah teriknya matahari, memancarkan kemewahan Nan hanya begitu Tak terlalu memesona layaknya ...

Jeda Waktu

membunuh ragu

Kuberi kau jeda Pikirkan kembali semua cerita Apa benar kita akan bahagia Bila memaksakan tetap bersama Kau beri aku waktu Renungi kembali semua keputusanku Apa benar hati kita tak kan membeku Men...