Tulisan Sang Bagaskara

dan dengar yang merana

Posted by Linda Shierly on January 26, 2024

Nan sejauh mata memandang,
Aku menemukan tatap yang biasa membuatku tenggelam
Lebih jauh dari itu,
Hati kecil jahat mengendalikanku.

Di seberang sana,
Mematung, menatap, sorot matanya bersuara
Sukmaku berteriak kencang, aku tertekan pada kenyataan,
Sunyi di matamu tak lagi dapat kumengerti.

Apa arti tatapan itu?
Apa berhubungan dengan pedihnya hatiku yang amat berat dan sesak?
Apa arti senyum simpulmu malam ini?
Apa kau mendengar tangis kencangku yang amat sakit dan lukaku terus-menerus menganga?

Kuremas surat kecil di tanganku, tulisan dari Bagaskara.
Isinya sederhana, tapi duniaku hancur seketika.
Aku sudah pernah menjadi penjahat di ceritamu,
Bolehkah kulakukan itu sekali lagi?
Bisakah aku merampas kesempatan ini?
Apa kau akan memahamiku seperti sedia kala?

Kubuka kembali surat kecil yang sudah teremas itu.
Tulisan sang Bagaskara,
Ada bahagia dan rasa bersalah di sana,
Ada bahagia dan rasa sakit yang menjalar bersamaan, menuju ke dua arah yang berbeda.

Apa arti tangisan ini?
Apa berhubungan dengan jahat dan kejinya nuraniku yang tak mengharapkan kau temukan bahagia dengan bunga yang lain?
Apa arti nafas yang begitu sesak ini?
Akankah Tuhan memberiku ampun telah menjadi penyihir yang egois dan membiarkanmu terus-menerus menderita?

Kusimpan surat kecil di tanganku. Tulisan sang Bagaskara. Lari lah. Kau harus bahagia dengannya.

Lembang, boelan 01,2024