Hilang ditelan waktu
Tak terarah, aku tanpamu
Langkah terseok, ditemani hujan gemericik
Kaki terluka, tersayat-sayat duka lara
Aku arungi lima benua
Menyeberang,
Laut-laut biru nan tenang
Aku berenang
Kemudian di hamparan luasnya,
Aku berkali-kali tenggelam
Aku arungi lima benua
Berjalan,
Naik turun puncak gunung yang menjulang
Aku tertatih
Dalam perjalanan, perkenalkan rasa letih
Pun tetap saja, yang lebih besar itu, rasa sedih
Tak terarah, karena tanpamu.
Sekeloa, boelan 02,2024