Linda Shierly

An Author

Tulisan Tanpa Judul

Jujurlah padaku, Tidakkah sedari awal kau sadar akan kenyataannya? Katakanlah dengan lantang, Tidakkah sejak kita saling jatuh cinta, Kau sudah sadar bahwa ini hanya khayalan belaka? Genggaman era...

Bermalam dengan Si Tuan

bukti bahwa cinta itu murahan

Ini cerita tentang Satu malam yang membara Hati yang luas Diisi sentuhan yang memesona Perempuan itu menciptakan dirinya Menjadi sosok impian, seorang Nyonya Nan lelaki itu jujur apa adanya Hidupn...

Bukan Lagi Kau

dan semua yang berbeda

Aku tidak senang melihat luka yang belum tertutup sempurna kembali menganga, kemudian perihnya menyeruak sampai ke relung jiwa. Aku enggan mempersilahkan kau masuk lagi jauh ke dalam, sampai ke amb...

Semula yang Sederhana

dan lara yang tak berkesudahan

Tak ada hujan turun yang mampu melegakan kemarau-ku, Tak ada aliran air gunung dingin yang mampu meredakan dahagaku, Semua yang tampak sederhana, Semula yang semestinya mudah jadi baik saja Nan ak...

Api dan Emas

bergesekan dalam romansa

Bersinar terang menyilaukan Berharga ribuan butir beras mengenyangkan Dengan warna kuning keemasan Di bawah teriknya matahari, memancarkan kemewahan Nan hanya begitu Tak terlalu memesona layaknya ...

Greed

To carve the futures of the poor away

The ministers assemble in the grey, To carve the futures of the poor away. They speak in gentle whispers of the state, While locking every righteous prison gate. A decree is signed upon a velvet...

Jeda Waktu

membunuh ragu

Kuberi kau jeda Pikirkan kembali semua cerita Apa benar kita akan bahagia Bila memaksakan tetap bersama Kau beri aku waktu Renungi kembali semua keputusanku Apa benar hati kita tak kan membeku Men...

Gatal

Catatan Dimas Prakoso, juru ukur, tentang dua belas hari di Dukuh Kalimati

Aku menulis ini dengan tangan terikat. Bukan perumpamaan. Ada sehelai kain lurik lebar dua jari yang melilit pergelangan kananku dan terikat pada kaki meja, dan aku mengetik dengan tangan kiri sedi...

The Feast of Crows

They dine on marble floors while grain runs thin

They dine on marble floors while grain runs thin, And wipe their golden mouths upon our skin. To them, a nation is a ledger sheet, A pile of bones to pave a sterile street. We pay the iron tax o...

Almari

sebab cinta kita adalah takdir yang paling ganjil

Di sudut kamar yang pengap oleh sunyi, Kubuka almari tua tempat menyimpan mimpi. Derit engselnya bagai isak yang tertahan, Menyimpan lipatan baju, juga sisa pelukan. Kau bilang kita bagai sepasa...