Almari

sebab cinta kita adalah takdir yang paling ganjil

Posted by Linda Shierly on July 19, 2022

Di sudut kamar yang pengap oleh sunyi,
Kubuka almari tua tempat menyimpan mimpi.
Derit engselnya bagai isak yang tertahan,
Menyimpan lipatan baju, juga sisa pelukan.


Kau bilang kita bagai sepasang sepatu,
Melangkah seirama menyongsong waktu.
Namun takdir menertawakan kita yang naif,
Menyayat dada dengan kebenaran yang perih.


Satu nama yang lama kucari dalam senyap,
Kini hadir membawa luka yang tak pernah lenyap.
Betapa keji semesta mempermainkan garis darah,
Menjadikan dekapmu tempatku bersandar sekaligus berserah.


Pintu almari kututup rapat bersama isak tangis,
Menyimpan kenangan tentang kita yang habis.
Pergilah membawa separuh jiwaku yang tertinggal,
Sebab cinta kita adalah takdir yang paling ganjil.